Pages

Ads 468x60px

SOnya Bangkit Iswara

Featured Posts

Selasa, 05 November 2019

Sedikit Saja


Di siang hari yang biasa-biasa saja ini aku kembali membuka laptopku yang berdebu untuk melanjutkan sebagian cerita tentang hidupku yang penuh hal tidak menentu dan misterius ini. semua tidak hanya tentang asmara, tidak lain soal pertemanan pun menjadi salah satu permasalahan yang lumayan mengganggu pikiranku beberapa minggu terakhir ini.
***
Pada dasarnya memang aku mudah menyayangi seseorang, tidak untuk someone special saja tapi juga untuk teman-teman yang kuanggap berarti dalam perjalanan hidup yang penuh dengan cobaan. Aku yang dilahirkan dengan penuh rasa sayang dan tulus terhadap makhluk hidup yang di ciptakan-Nya malah dianggap sebagai pengganggu atau beban di kehidupannya. Aku berusaha sebisaku untuk membuat orang disekitarku bahagia atau nyaman dengan caraku sendiri tapi malah apa yang sudah ku berikan dianggap tidak ada nilai di matanya.
***
Semua bermula saat aku merasa memiliki segudang permasalahan yang menjerat kakiku untuk melangkah maju, untuk meringankan sedikit pikiranku, aku memang berniat untuk membagi cerita itu kepada teman-temanku. Hari demi hari, minggu demi minggu, dan berganti bulan, perlahan perubahan itu semakin terasa yang menurutku ada yang salah dengan tindakan atau caraku memperlakukan mereka. Aku masih berusaha seolah biasa saja dan tak pernah terjadi apa-apa. Sampai suatu hari ada satu kalimat yang membuatku tersontak kaget dan menyadarkanku seketika bahwa memang benar tidak semua orang bahkan teman yang kuanggap sudah mengerti keadaanku itu mengenalku dengan baik, “harusnya tidak masalah asmara yang kamu pikirkan sekarang ini, dengan umurmu yang sekarang kamu harus lebih memperdulikan soal karirmu, bukan soal masalah asmaramu yang rumit ini.” memang sepele, mudah saat diucapkan, tapi apakah mereka sadar akan perkataan yang mereka ucapkan telah meruntuhkan dindingku yang selama ini ku bangun dengan pondasi yang kuat untuk tetap bisa menjalani kehidupan keesokan harinya?
***
Wahai teman-temanku yang baik hati, aku tau maksud kalian baik untuk diriku dan kedepannya. Tapi, apakah setidaknya kalian menengok kebelakang soal diriku sedikit saja? Mungkin tidak ada gunanya juga aku menuntun kalian untuk mempelihatkan bagaimana perjalananku sampai pada titik ini, tapi lihatlah sedikit. Aku berjuang tidak untuk soal asmaraku saja, soal karir yang ku dambakan selama ini aku sudah mencobanya dengan berbagai cara yang bisa ku lakukan. Apa yang kalian tau soal diriku itu hanya covernya saja, tidak dengan isinya. Bagaimana jika kita saling mengerti satu sama lain? Mendengarkan keluh kesah kita dan mencari solusi yang pas bersama, mungkin itu akan menjadi salah satu pencapaian kita yang belum pernah kita coba sebelumnya.
***
Berbicara sesuai dengan apa yang ada dipikiran kita itu mudah, yang sulit hanyalah mendengarkan persoalan dengan baik dan sabar. Tidak semua orang mampu mendengarkan permasalahan dengan baik dan sabar. Mari kita coba untuk saling mendengarkan, mengisi dan mengerti satu sama lain. Mungkin memang sulit di awal, tapi percayalah, suatu saat kalian akan mendapatkan sesuatu hal yang tidak kalian pikirkan sekarang ini, dan pastinya tidak akan ada yang dirugikan diantara kita.

Malang
November 5, 2019


»»  READMORE...

Minggu, 03 November 2019

Welcome Back


Maafkan aku yang menghilang beberapa tahun ini untuk menikmati kehidupanku yang fana dan tak berujung. Semoga dengan kembalinya aku dibalik ribuan kata yang aku tuliskan disini memberikan pengaruh positif untuk kehidupanku dan kehidupanmu, iya kehidupan kalian yang menyempatkan waktu untuk membaca setiap kalimat yang ku rangkai.
***
Bagaimana kabar kalian? Baik-baik saja kan? Aku harap Tuhan selalu melindungi setiap langkah kalian untuk menuju menjadi yang lebih baik lagi dan lagi. Jika kalian ingin tau bagaimana kabarku, sebelum kalian menanyakannya biarkan aku menjawabnya terlebih dahulu. Aku baik-baik saja, lebih tepatnya aku terlihat baik-baik saja. Aku punya niat baik untuk mulai menulis lagi, besar harapanku dengan adanya tulisan ini yang berisi keluh kesahku aku tak ingin kalian merasakan atau bahkan berada di posisiku sekarang ini. sungguh sangat menyiksa, jadi jangan coba-coba untuk bermain api. Biarkan aku saja yang merasakannya, kalian jangan.
***
Kita mulai dari mana? Jika ku ceritakan dari awal mula berhari-hari pun nggak akan selesai tulisan ini, bagaimana jika ku mulai langsung di persoalannya? Aku tau jatuh cinta, merasakan kasmaran itu adalah hal manusiawi tapi jangan terlalu berlebihan, pada dasarnya semua yang bersifat berlebihan itu memang tidak baik. Kesalahanku adalah aku terlalu menerimanya dengan sangat berlebihan, bukan terlalu berlebihan melainkan sangat berlebihan. Semua berawal dari situ, aku tau itu semua kesalahanku, jika aku tak menerimanya dengan berlebihan mungkin aku tak akan merasakan jatuh yang sejatuh-jatuhnya seperti ini. siapa yang akan menolongku saat aku jatuh seperti ini? “dia”? teman-temanku? Haha, memang mereka menolongku, terlebih teman-temanku. Mereka menolongku saat aku terjatuh dengan cara mereka sendiri walau kadang ada beberapa cara mereka yang membuatku kurang nyaman, tapi pasti mereka berniatan untuk kebaikanku. Paling inti yang menolongku saat aku terjatuh adalah diriku sendiri. Lalu, bagaimana caranya menolong diri sendiri? Mungkin hanya sebagian orang yang tau maksudku.
***
Aku berjuang sendiri dengan berbagai cara yang menurutku bisa ku lakukan untuk menyelamatkanku dari keterpurukan yang sudah menyerang ini. aku akui, memang susah untuk bangkit dari rasa jatuh yang teramat jatuh tapi bagaimana lagi? Aku tak ingin hidupku berakhir sampai disini dengan permasalahan yang dilihat orang lain adalah masalah sepele. Oh iya, aku punya satu kalimat dari satu temanku yang mungkin sederhana tapi akan merubah pola pikir kalian dengan seketika, “jangan menyepelekan hal sepele. Karena sepele apapun itu kadang buat seseorang sangat berarti.” Jadi kesimpulannya begini, jangan menyepelekan segala sesuatu karna menurut kalian memang sepele tapi bagi orang lain itu berarti. Kenapa aku menuliskan kalimat itu? Aku pernah merasakan bagaimana rasanya disepelekan, itu membuat luka di hati dan batin. Mari kita balik di pembahasan awal, dengan aku mengingat keluargaku, teman-teman terdekatku, aku berpikir ulang “dengan permasalahan seperti ini aku harus menyerah begitu saja? Hai, itu bukan diriku, aku nggak akan menyerah dengan mudahnya tanpa aku mendapatkan apa yang aku harapkan. Ayolah, semua akan selesai dengan sendirinya jika aku kuat untuk melewatinya, menghilang dengan sekejap tidak akan menyelesaikan masalah yang pelik ini. ingat kembali apa yang sudah keluarga berikan untukku, ingat kembali bagaimana teman-teman menyayangiku walaupun itu tidak terlihat secara nyata. Keluarga dan teman-teman tidak akan terima begitu saja jika aku menyerah dengan permasalahan yang melilit beberapa bulan lamanya ini. harus kuat, iya harus kuat. Kembalikan aku yang dulu, selalu tegar menghadapi kenyataan, selalu tegas dengan setiap keputusan. Terjatuh sesekali tak apa, tapi jangan berlama-lama, segeralah bangun dan menikmati prosesnya. Sesungguhnya, semua itu indah dan baik untuk diriku sendiri. Yakin, setiap permasalahan yang diberikan oleh-Nya pasti ada maksud dibaliknya. Harus kuat.” Awalnya berat, berat banget malah tapi jika tak seperti ini bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku yang terlalu abstrak ini? jika memang diharuskan ada orang lain merasakan seperti yang ku rasakan, sebisa mungkin aku ngegandeng orang itu, aku tau bagaimana rasanya dan aku tak ingin orang lain merasakannya. Aku akan membantunya sebisa mungkin. Pada dasarnya, kondisi seperti ini hanya ingin ditemani, dan didengarkan itu sudah cukup. Sungguh sangat tidak enak tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, ingin hati seperti ini tapi tingkah dan perilaku inginnya seperti itu. Aku tak bisa bagaimana cara menggambarkannya seperti apa. Intinya itu sangat menguras hati, pikiran, dan kejiwaan pribadi.  
***
Pesanku, jangan menyepelekan segala sesuatu bisa jadi itu akan menjadi berarti di suatu saat nanti, percaya padaku. Bersyukurlah apa yang ada sekarang, jika kamu sudah kehilangan kamu baru akan merasakan bagaimana sedihnya dan terjatuhnya. Nikmati setiap momen yang kamu lewati, sungguh, nikmati itu, karena hidup hanya satu kali dan itu belum tentu terulang lagi. Nikmati setiap detik, setiap prosesnya. Aku ingin sekali menyampaikannya karena aku tak ingin kalian melewatkan hal-hal yang berharga. Tak ingin.

Malang
November 3, 2019

»»  READMORE...

Minggu, 08 Maret 2015

Orang Lama Yang Datang Kembali

Masa lalu yang tak seharusnya terlalu ku fikirkan sudah tertata rapi dalam memori yang tak akan bisa terjangkau oleh siapapun. Sekalipun dengan diriku sendiri. Disini aku memulai untuk membuka diriku yang baru dengan orang orang baru di sekitar yang selalu berusaha untuk mengenalku lebih jauh dengan apa adanya.
Aku hanya mencoba menikmati setiap waktu yang telah berlalu dengan sia sia. Hanya dengan melakukan rutinitas layaknya mahasiswa baru di salah satu kampus kota Malang ini. banyak orang baru yang ku temui dengan berbagai macam karakter. Seketika aku menjalin komunikasi yang bagus dengan sahabat lama di sebuah jejaring sosial. Walaupun aku mengenalnya baru hampir setahun lamanya, namun aku sudah merasakan kenyamanan yang ada pada dirinya sejak lama. Setahun yang lalu aku merasakan hal nyaman itu yang belum pernah ku temui sebelumnya. Entah Karena apa, aku malah memilih orang lain untuk menemani setiap langkahku untuk menuju ke masa yang akan datang. Dan seperti yang ada pada benakku, itu hanya bersifat sementara. Sahabat lamaku sudah menemukan orang pantas untuk di dapatnya, dan aku hanya bisa melihatnya dengan rasa sedikit menyesal yang ku rasakan. Kesalahan yang selalu ku lakukan daridulu adalah tidak pernah menyadari bahwa aku sudah mnedapatkan yang pantas dengan yang ku butuhkan, namun aku menyianyiakannya begitu saja.
Tak lama setelah itu, aku mendapatinya sedang tidak enak hati, dan hanya kesedihan yang dirasakannya. Aku datang padanya yang berniat untuk membatunya keluar dari suasana tersebut. Aku hanya bisa membantunya lewat sosial media karena kesibukan yang kita punya selalu menemani. Ingin hati bertemu dengan dirinya, menatap wajah indahnya dan mendengar suara merdunya secara langsung. Namun, karena kendala yang kita punya, kita hanya bisa melakukannya di sebuah sosial media. Kita asik dengan dunia yang kita ciptakan sendiri di dunia maya. Jika rindu menyelimuti, aku hanya bisa menatap wajahnya di foto dalam smartphoneku. Di satu hari, aku mengajaknya bertemu dengan alasan menemaniku minum secangkir kopi.
Hanya beberapa menit aku menunggunya di sebuah kafe yang biasa aku kunjungi, dia datang dengan membawa senyum manisnya untukku. Sedikit canggung rasanya, seumur hidup baru pertama kali aku berbincang dengannya. Gembira, bahagia aku rasakan. Aku mulai mengenalnya lebih jauh lagi di malam itu. Dia banyak bercerita tentang dirinya dan kenangannya, sebaliknya dengan diriku.
Semua berawal dari secangkir kopi yang ku anggap itu tidak penting, menjadi penting. Yang awalnya rasanya biasa saja, menjadi luar biasa. Dari hari kehari, dia tak lupa untuk menghubungiku walau sekedar say hallo padaku. Dan yang ku suka pada dirinya, dia selalu memberiku ucapan selamat pagi yang selama ini sudah tidak pernah ku rasakan hangatnya ucapan itu dari seorang pria.
Harapanku hanya ingin bersama dirinya setiap waktu, jalan pahit manis pun ku lalui asalkan dengan dirinya. Walaupun dia hanya menganggapku seorang gadis biasa yang seperti ini adanya, tapi aku menganggapnya seorang pria yang mempunyai hal lebih dari pria lain.
***

Terimakasih atas semua waktu yang kau berikan padaku selama ini, aku berusaha menikmatinya dengan sepenuh hati. 
»»  READMORE...

Kamis, 15 Januari 2015

Masih Dirimu

Terlalu dini bukan untuk membahas sesuatu yang amat sangat ku rindukan? Namun, itulah yang ku rasakan sekarang. Aku terlalu merindukan seseorang, sampai sampai aku mati rasa untuk merindukan teman temanku yang seharusnya ku rindukan. Jikalau aku merindukannya dan dia tau bahwa dia sedang ku ridukan, apa yang akan dia lakukan? Apakah hanya diam saja berpura pura tidak tau atau bagaimana? Ah entahlah. Itu rasa yang dia rasakan yang mungkin seharusnya tidak perlu aku tau untuk diriku sendiri.
*****
Hampir setiap hari aku memimpikannya, dia hadir dalam setiap mimpiku yang seharusnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya. Bahkan, pernah pada satu malam aku terbangun dari tidurku yang cukup lelap, hanya karena apa? Aku merasakan desah nafasnya ada pada diriku. Aku tidak mengada ngada. Aku benar benar merasakan nafasnya, dan itu pun tidak pada malam itu saja. Pada beberapa malam setelah itu, aku juga masih merasakannya. Pertanda apa itu? Aku ingin tau apa yang sebenarnya pada diriku ini. tapi aku tidak tau harus mencari tau kemana. Karena terlalu absurd untuk bertanya pada seseorang. Beberapa hari ini aku setiap hari memimpikannya. Aku sungguh tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku tau yang ku alami ini tidaklah wajar.
*****
Ketika aku terbangun di pagi hari, pikiranku langsung tertuju padanya. Padahal di luar sana belum tentu dia memikirkanku dengan badan lemah adanya seperti ini. jujur, akhir akhir ini aku merasakan badanku yang kurang sehat ini mengganggu sedikit aktivitasku. Entah karena apa, dan aku tidak ingin mencari taunya. Jika sampai aku tau, bisa jadi itu akan menjadi tambahan bebanku. Dan aku tidak ingin merasa bebanku menambah. Seringkali aku mengabaikan rasa sakit yang ku rasakan hanya untuk aku ingin terlihat normal di depan banyak orang. Aku tidak ingin merepotkan mereka yang ada di sekitarku. Aku ingin terlihat normal seperti yang lainnya di depan banyak rekanku.  
*****
Aku sempat berfikir sungguh tidaklah mungkin jika dia merindukanku, terlalu mustahil di keadaan seperti ini. tapi positifnya aku memiliki banyak waktu lebih bersama teman temanku yang selalu berusaha ada untukku. Ya, aku menikmati setiap detik bersama mereka sebelum waktuku habis untuk mereka. Aku sangat menyayangi semua temanku. Sesungguhnya mereka peduli padaku, tapi aku tidak merasakan kepedulian mereka karena aku terlalu fokus dengan perasaan yang ku berikan untuk seseorang yang benar benar ku sayangi. Aku sempat berfikir, apakah rasaku ini hanya sebelah tangan padanya? Tapi aku selalu berusaha berfikir positif. Aku pernah mengambil kata kata yang ku kutip dari soal ujianku sewaktu masih duduk di bangku SMA. “selalu berfikir positif, karena segala sesuatu berawal dari pikiran kita”. Benar kan? Segala sesuatu bisa terjadi karena kita memikirkannya.
*****

Aku berusaha menahan rasa rindu ini bahkan jika bisa, aku ingin tetap merindukannya namun aku tidak merasakannya. Tapi aku rasa itu cukup sulit untuk dilakukan. Jujur, yang bisa aku lakukan hanyalah meluapkan segalanya di ribuan kata ini. terlalu takut untuk diriku terbuka langsung padanya di suasana seperti ini. aku hanya tidak ingin menjadi pengganggu di dalam dirinya untuk kesekian kalinya. Ada satu kalimat yang benar benar aku ingin dia mengetahuinya, “masih namamu dalam doaku, dan masih bayangmu dalam mimpiku”
»»  READMORE...

Minggu, 11 Januari 2015

Hanya Setetes Luapan Emosi

Setiap individu pasti memiliki masalah masing masing. Entah itu masalah pribadi atau yang lain. Tidak menutup aku juga seperti itu, aku memiliki masalah pribadi yang tidak orang ketahui. Memang terlalu sakit untuk memendamnya sendirian. Namun bagaimana lagi? Teman temanku sekalipun sahabatku tidak harus mengetahui setiap detailnya masalah yang ku hadapi saat ini ataupun yang lalu.
*****
“Bagaimana caraku menghadapi setiap masalah yang telah melilitku setiap harinya?” . yang ku lakukan hanyalah menghadapi masalah tersebut dengan lapang dada dan menikmati setiap langkah yang telah ku lalui. Tak lupa aku selalu berdoa, meminta diberi kemudahan dan kekuatan untuk menghadapinya. “Pernah menangis menghadapi masalah masalah tersebut?”. Tentu saja pernah. Aku juga manusia yang bisa menangis. Karena menurutku menangis bisa membuatku merasa sedikit lega selain berteriak sekencang mungkin di tanah lapang. “Pernah melakukan hal itu? Berteriak di tanah lapang dengan suara yang sangat lantang sampai sampai tidak mendengar suaramu sendiri?”. Pernah, jujur. Karena aku tipe orang yang terlalu memforsir pikiranku sekalipun itu masalah kecil. Aku tau itu tidak baik memang. Apa lagi untuk kesehatanku sendiri dengan tubuh yang lemah adanya seperti sekarang ini. tapi menurutku itu membuatku lega, kenapa tidak?. Kadang aku orang keras kepala, aku melakukan semua hal semauku, tidak memikirkan buruknya. Tapi tujuanku itu hanya membuatku merasa lepas. Ya lepas dari berbagai masalah yang sudah melilitku dengan begitu lamanya.
*****
Sebenarnya masih banyak orang di luar sana yang peduli akan diriku, kondisiku. Namun, di saat aku memiliki banyak masalah, aku buta akan mereka. Betapa bodohnya aku bukan? Aku buta akan mereka yang selalu peduli denganku, yang selalu berusaha ada untukku, yang selalu berusaha memelukku disaat aku akan terjatuh. Tapi sekarang, aku berusaha membuka mataku lebar lebar atas kehadiran mereka. Aku dengan hati hati memeluk mereka yang selalu berusaha memberi yang terbaik untukku. Perlahan tapi pasti. Aku mendapatkan mereka. Ya mendapatkannya. Teman teman, sahabat sahabat yang selalu merangkulku dari belakang tanpa sepengetahuanku. Mereka berusaha mengerti bahasa tubuhku yang selalu membutuhkan batuan mereka. “tidak ada yang mampu hidup sendirian di dunia ini, semua orang membutuhkan orang lain.”
*****

Jujur, aku menghargai mereka yang sudah menghinaku, yang pernah menjatuhkanku, yang datang padaku di saat mereka butuh saja. Aku dengan tangan terbuka menerima mereka yang telah ikut memberi warna dalam lembaranku. Yang aku pikirkan hanya satu “yang terpenting aku memperlakukan mereka dengan baik, jikalau mereka membalasku dengan jahat itu urusan dia dengan yang memberi hidup. Bukan aku.”   
»»  READMORE...

Jumat, 09 Januari 2015

DIA

Tak pernah ada jalan keluar
Saat kita berbeda pendapat
Jalan untuk ku temui

Dan kini dia pun  pergi menghilang
Saat aku akan mencoba untuk lebih saling mengerti

Tak kan ada yang lainnya
Tak kan mungkin tergantikan
Tak kan ada yang sepertinya

Dan dia telah berubah, tak seperti dulu menemaniku
Dan tak ada lagi senyumnya
Di telah berubah, tak sperti dulu menemaniku
Dan tak ada lagi candanya






-Rocket Rockers-
»»  READMORE...

Jumat, 05 Desember 2014

MOVING ON

Move on itu objeknya tidak harus orang kok”. Masih ingat betul aku dengan kata kata itu. Kakak perempuanku dulu pernah bilang kalimat itu di aku sewaktu hubungan spesialku dengan mantanku yang dulu berakhir begitu saja tanpa sebab yang spesifik. Jika aku ditanya “Sonya, apa kamu sudah move on?” pasti dengan tegas aku akan menjawab, “sudah”. Karena apa? Jujur aku move on bukan karena adanya orang lain di luar sana, tapi aku sudah merasakan bahagia dengan caraku sendiri. Semua yang aku lakukan berniatan untuk membahagiakan diriku sendiri untuk yang pertama. Entah semua orang menilai aku orang macam apapun itu, tapi ya ini aku.
**********
Selama aku masuk dunia perkuliahan aku mencoba dengan perlahan menunjukkan pada mereka semua siapa sebenarnya diriku. Apa pun penilaian mereka kepadaku aku terima itu. Di sana aku bertemu banyak orang, bertemu bebagai macam karakter orang. Berawal dari situ lah aku mempelajari memperlakukan orang dengan sebaik mungkin dengan banyak perbedaan karakter. Aku senang kenal dengan mereka, tapi entah apa yang mereka rasakan ketika mengenalku. Yang pasti niatku hanya satu, membuat mereka nyaman dan bahagia di sekitarku. Aku menyukai adanya mereka walaupun mereka belum tentu menyukai adanya aku. Aku hanya berusaha bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan padaku.
**********
Tidak lama aku masuk dunia perkuliahan, aku mengenal seseorang yang menurutku ya lelaki yang sederhana dimataku. Aku suka caranya merespon setiap ucapanku, aku suka caranya memperlakukanku di depan teman temannya. Aku suka semua caranya untuk mengenalkanku pada dunianya. Dan jujur, selama ini aku baru bertemu orang semacam dia pertama kali ini. dan aku suka itu.
**********
Setelah beberapa minggu aku mengenalnya, mengenal semua baik buruknya dia, rasa yang tidak seharusnya aku rasakan itu muncul untuknya. Ya untuk dirinya yang selalu berusaha ada di saat aku membutuhkan kehadirannya ataupun tidak. Dia yang selalu berusaha terlihat baik dimataku, namun dia tetap menjadi dirinya sendiri. Itu yang aku suka dari dirinya.
**********

Terkadang aku berfikir, apakah dia masih mengharapkan masa lalunya kembali untuk mewarnai hari harinya lagi? Walaupun aku berusaha untuk tidak berfikir seperti itu, namun pertanyaan itu sangat melilitku dan membuatku merasakan sakit hati yang tak tertahan kan. Aku sempat berdoa, “Tuhan, jikalau dia memang terbaik untukku, tolong selalu dekatkan aku padanya. Jikalaupun Kau tak memberiku jalan untuk bersamanya, berikan jalan yang terbaik untukku dan untuk dirinya.“
»»  READMORE...