Pages

SOnya Bangkit Iswara

Minggu, 08 Maret 2015

Orang Lama Yang Datang Kembali

Masa lalu yang tak seharusnya terlalu ku fikirkan sudah tertata rapi dalam memori yang tak akan bisa terjangkau oleh siapapun. Sekalipun dengan diriku sendiri. Disini aku memulai untuk membuka diriku yang baru dengan orang orang baru di sekitar yang selalu berusaha untuk mengenalku lebih jauh dengan apa adanya.
Aku hanya mencoba menikmati setiap waktu yang telah berlalu dengan sia sia. Hanya dengan melakukan rutinitas layaknya mahasiswa baru di salah satu kampus kota Malang ini. banyak orang baru yang ku temui dengan berbagai macam karakter. Seketika aku menjalin komunikasi yang bagus dengan sahabat lama di sebuah jejaring sosial. Walaupun aku mengenalnya baru hampir setahun lamanya, namun aku sudah merasakan kenyamanan yang ada pada dirinya sejak lama. Setahun yang lalu aku merasakan hal nyaman itu yang belum pernah ku temui sebelumnya. Entah Karena apa, aku malah memilih orang lain untuk menemani setiap langkahku untuk menuju ke masa yang akan datang. Dan seperti yang ada pada benakku, itu hanya bersifat sementara. Sahabat lamaku sudah menemukan orang pantas untuk di dapatnya, dan aku hanya bisa melihatnya dengan rasa sedikit menyesal yang ku rasakan. Kesalahan yang selalu ku lakukan daridulu adalah tidak pernah menyadari bahwa aku sudah mnedapatkan yang pantas dengan yang ku butuhkan, namun aku menyianyiakannya begitu saja.
Tak lama setelah itu, aku mendapatinya sedang tidak enak hati, dan hanya kesedihan yang dirasakannya. Aku datang padanya yang berniat untuk membatunya keluar dari suasana tersebut. Aku hanya bisa membantunya lewat sosial media karena kesibukan yang kita punya selalu menemani. Ingin hati bertemu dengan dirinya, menatap wajah indahnya dan mendengar suara merdunya secara langsung. Namun, karena kendala yang kita punya, kita hanya bisa melakukannya di sebuah sosial media. Kita asik dengan dunia yang kita ciptakan sendiri di dunia maya. Jika rindu menyelimuti, aku hanya bisa menatap wajahnya di foto dalam smartphoneku. Di satu hari, aku mengajaknya bertemu dengan alasan menemaniku minum secangkir kopi.
Hanya beberapa menit aku menunggunya di sebuah kafe yang biasa aku kunjungi, dia datang dengan membawa senyum manisnya untukku. Sedikit canggung rasanya, seumur hidup baru pertama kali aku berbincang dengannya. Gembira, bahagia aku rasakan. Aku mulai mengenalnya lebih jauh lagi di malam itu. Dia banyak bercerita tentang dirinya dan kenangannya, sebaliknya dengan diriku.
Semua berawal dari secangkir kopi yang ku anggap itu tidak penting, menjadi penting. Yang awalnya rasanya biasa saja, menjadi luar biasa. Dari hari kehari, dia tak lupa untuk menghubungiku walau sekedar say hallo padaku. Dan yang ku suka pada dirinya, dia selalu memberiku ucapan selamat pagi yang selama ini sudah tidak pernah ku rasakan hangatnya ucapan itu dari seorang pria.
Harapanku hanya ingin bersama dirinya setiap waktu, jalan pahit manis pun ku lalui asalkan dengan dirinya. Walaupun dia hanya menganggapku seorang gadis biasa yang seperti ini adanya, tapi aku menganggapnya seorang pria yang mempunyai hal lebih dari pria lain.
***

Terimakasih atas semua waktu yang kau berikan padaku selama ini, aku berusaha menikmatinya dengan sepenuh hati. 
»»  READMORE...

Kamis, 15 Januari 2015

Masih Dirimu

Terlalu dini bukan untuk membahas sesuatu yang amat sangat ku rindukan? Namun, itulah yang ku rasakan sekarang. Aku terlalu merindukan seseorang, sampai sampai aku mati rasa untuk merindukan teman temanku yang seharusnya ku rindukan. Jikalau aku merindukannya dan dia tau bahwa dia sedang ku ridukan, apa yang akan dia lakukan? Apakah hanya diam saja berpura pura tidak tau atau bagaimana? Ah entahlah. Itu rasa yang dia rasakan yang mungkin seharusnya tidak perlu aku tau untuk diriku sendiri.
*****
Hampir setiap hari aku memimpikannya, dia hadir dalam setiap mimpiku yang seharusnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya. Bahkan, pernah pada satu malam aku terbangun dari tidurku yang cukup lelap, hanya karena apa? Aku merasakan desah nafasnya ada pada diriku. Aku tidak mengada ngada. Aku benar benar merasakan nafasnya, dan itu pun tidak pada malam itu saja. Pada beberapa malam setelah itu, aku juga masih merasakannya. Pertanda apa itu? Aku ingin tau apa yang sebenarnya pada diriku ini. tapi aku tidak tau harus mencari tau kemana. Karena terlalu absurd untuk bertanya pada seseorang. Beberapa hari ini aku setiap hari memimpikannya. Aku sungguh tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku tau yang ku alami ini tidaklah wajar.
*****
Ketika aku terbangun di pagi hari, pikiranku langsung tertuju padanya. Padahal di luar sana belum tentu dia memikirkanku dengan badan lemah adanya seperti ini. jujur, akhir akhir ini aku merasakan badanku yang kurang sehat ini mengganggu sedikit aktivitasku. Entah karena apa, dan aku tidak ingin mencari taunya. Jika sampai aku tau, bisa jadi itu akan menjadi tambahan bebanku. Dan aku tidak ingin merasa bebanku menambah. Seringkali aku mengabaikan rasa sakit yang ku rasakan hanya untuk aku ingin terlihat normal di depan banyak orang. Aku tidak ingin merepotkan mereka yang ada di sekitarku. Aku ingin terlihat normal seperti yang lainnya di depan banyak rekanku.  
*****
Aku sempat berfikir sungguh tidaklah mungkin jika dia merindukanku, terlalu mustahil di keadaan seperti ini. tapi positifnya aku memiliki banyak waktu lebih bersama teman temanku yang selalu berusaha ada untukku. Ya, aku menikmati setiap detik bersama mereka sebelum waktuku habis untuk mereka. Aku sangat menyayangi semua temanku. Sesungguhnya mereka peduli padaku, tapi aku tidak merasakan kepedulian mereka karena aku terlalu fokus dengan perasaan yang ku berikan untuk seseorang yang benar benar ku sayangi. Aku sempat berfikir, apakah rasaku ini hanya sebelah tangan padanya? Tapi aku selalu berusaha berfikir positif. Aku pernah mengambil kata kata yang ku kutip dari soal ujianku sewaktu masih duduk di bangku SMA. “selalu berfikir positif, karena segala sesuatu berawal dari pikiran kita”. Benar kan? Segala sesuatu bisa terjadi karena kita memikirkannya.
*****

Aku berusaha menahan rasa rindu ini bahkan jika bisa, aku ingin tetap merindukannya namun aku tidak merasakannya. Tapi aku rasa itu cukup sulit untuk dilakukan. Jujur, yang bisa aku lakukan hanyalah meluapkan segalanya di ribuan kata ini. terlalu takut untuk diriku terbuka langsung padanya di suasana seperti ini. aku hanya tidak ingin menjadi pengganggu di dalam dirinya untuk kesekian kalinya. Ada satu kalimat yang benar benar aku ingin dia mengetahuinya, “masih namamu dalam doaku, dan masih bayangmu dalam mimpiku”
»»  READMORE...

Minggu, 11 Januari 2015

Hanya Setetes Luapan Emosi

Setiap individu pasti memiliki masalah masing masing. Entah itu masalah pribadi atau yang lain. Tidak menutup aku juga seperti itu, aku memiliki masalah pribadi yang tidak orang ketahui. Memang terlalu sakit untuk memendamnya sendirian. Namun bagaimana lagi? Teman temanku sekalipun sahabatku tidak harus mengetahui setiap detailnya masalah yang ku hadapi saat ini ataupun yang lalu.
*****
“Bagaimana caraku menghadapi setiap masalah yang telah melilitku setiap harinya?” . yang ku lakukan hanyalah menghadapi masalah tersebut dengan lapang dada dan menikmati setiap langkah yang telah ku lalui. Tak lupa aku selalu berdoa, meminta diberi kemudahan dan kekuatan untuk menghadapinya. “Pernah menangis menghadapi masalah masalah tersebut?”. Tentu saja pernah. Aku juga manusia yang bisa menangis. Karena menurutku menangis bisa membuatku merasa sedikit lega selain berteriak sekencang mungkin di tanah lapang. “Pernah melakukan hal itu? Berteriak di tanah lapang dengan suara yang sangat lantang sampai sampai tidak mendengar suaramu sendiri?”. Pernah, jujur. Karena aku tipe orang yang terlalu memforsir pikiranku sekalipun itu masalah kecil. Aku tau itu tidak baik memang. Apa lagi untuk kesehatanku sendiri dengan tubuh yang lemah adanya seperti sekarang ini. tapi menurutku itu membuatku lega, kenapa tidak?. Kadang aku orang keras kepala, aku melakukan semua hal semauku, tidak memikirkan buruknya. Tapi tujuanku itu hanya membuatku merasa lepas. Ya lepas dari berbagai masalah yang sudah melilitku dengan begitu lamanya.
*****
Sebenarnya masih banyak orang di luar sana yang peduli akan diriku, kondisiku. Namun, di saat aku memiliki banyak masalah, aku buta akan mereka. Betapa bodohnya aku bukan? Aku buta akan mereka yang selalu peduli denganku, yang selalu berusaha ada untukku, yang selalu berusaha memelukku disaat aku akan terjatuh. Tapi sekarang, aku berusaha membuka mataku lebar lebar atas kehadiran mereka. Aku dengan hati hati memeluk mereka yang selalu berusaha memberi yang terbaik untukku. Perlahan tapi pasti. Aku mendapatkan mereka. Ya mendapatkannya. Teman teman, sahabat sahabat yang selalu merangkulku dari belakang tanpa sepengetahuanku. Mereka berusaha mengerti bahasa tubuhku yang selalu membutuhkan batuan mereka. “tidak ada yang mampu hidup sendirian di dunia ini, semua orang membutuhkan orang lain.”
*****

Jujur, aku menghargai mereka yang sudah menghinaku, yang pernah menjatuhkanku, yang datang padaku di saat mereka butuh saja. Aku dengan tangan terbuka menerima mereka yang telah ikut memberi warna dalam lembaranku. Yang aku pikirkan hanya satu “yang terpenting aku memperlakukan mereka dengan baik, jikalau mereka membalasku dengan jahat itu urusan dia dengan yang memberi hidup. Bukan aku.”   
»»  READMORE...

Jumat, 09 Januari 2015

DIA

Tak pernah ada jalan keluar
Saat kita berbeda pendapat
Jalan untuk ku temui

Dan kini dia pun  pergi menghilang
Saat aku akan mencoba untuk lebih saling mengerti

Tak kan ada yang lainnya
Tak kan mungkin tergantikan
Tak kan ada yang sepertinya

Dan dia telah berubah, tak seperti dulu menemaniku
Dan tak ada lagi senyumnya
Di telah berubah, tak sperti dulu menemaniku
Dan tak ada lagi candanya






-Rocket Rockers-
»»  READMORE...