Pages

SOnya Bangkit Iswara

Kamis, 15 Januari 2015

Masih Dirimu

Terlalu dini bukan untuk membahas sesuatu yang amat sangat ku rindukan? Namun, itulah yang ku rasakan sekarang. Aku terlalu merindukan seseorang, sampai sampai aku mati rasa untuk merindukan teman temanku yang seharusnya ku rindukan. Jikalau aku merindukannya dan dia tau bahwa dia sedang ku ridukan, apa yang akan dia lakukan? Apakah hanya diam saja berpura pura tidak tau atau bagaimana? Ah entahlah. Itu rasa yang dia rasakan yang mungkin seharusnya tidak perlu aku tau untuk diriku sendiri.
*****
Hampir setiap hari aku memimpikannya, dia hadir dalam setiap mimpiku yang seharusnya tidak ada hubungannya sama sekali dengan dirinya. Bahkan, pernah pada satu malam aku terbangun dari tidurku yang cukup lelap, hanya karena apa? Aku merasakan desah nafasnya ada pada diriku. Aku tidak mengada ngada. Aku benar benar merasakan nafasnya, dan itu pun tidak pada malam itu saja. Pada beberapa malam setelah itu, aku juga masih merasakannya. Pertanda apa itu? Aku ingin tau apa yang sebenarnya pada diriku ini. tapi aku tidak tau harus mencari tau kemana. Karena terlalu absurd untuk bertanya pada seseorang. Beberapa hari ini aku setiap hari memimpikannya. Aku sungguh tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku tau yang ku alami ini tidaklah wajar.
*****
Ketika aku terbangun di pagi hari, pikiranku langsung tertuju padanya. Padahal di luar sana belum tentu dia memikirkanku dengan badan lemah adanya seperti ini. jujur, akhir akhir ini aku merasakan badanku yang kurang sehat ini mengganggu sedikit aktivitasku. Entah karena apa, dan aku tidak ingin mencari taunya. Jika sampai aku tau, bisa jadi itu akan menjadi tambahan bebanku. Dan aku tidak ingin merasa bebanku menambah. Seringkali aku mengabaikan rasa sakit yang ku rasakan hanya untuk aku ingin terlihat normal di depan banyak orang. Aku tidak ingin merepotkan mereka yang ada di sekitarku. Aku ingin terlihat normal seperti yang lainnya di depan banyak rekanku.  
*****
Aku sempat berfikir sungguh tidaklah mungkin jika dia merindukanku, terlalu mustahil di keadaan seperti ini. tapi positifnya aku memiliki banyak waktu lebih bersama teman temanku yang selalu berusaha ada untukku. Ya, aku menikmati setiap detik bersama mereka sebelum waktuku habis untuk mereka. Aku sangat menyayangi semua temanku. Sesungguhnya mereka peduli padaku, tapi aku tidak merasakan kepedulian mereka karena aku terlalu fokus dengan perasaan yang ku berikan untuk seseorang yang benar benar ku sayangi. Aku sempat berfikir, apakah rasaku ini hanya sebelah tangan padanya? Tapi aku selalu berusaha berfikir positif. Aku pernah mengambil kata kata yang ku kutip dari soal ujianku sewaktu masih duduk di bangku SMA. “selalu berfikir positif, karena segala sesuatu berawal dari pikiran kita”. Benar kan? Segala sesuatu bisa terjadi karena kita memikirkannya.
*****

Aku berusaha menahan rasa rindu ini bahkan jika bisa, aku ingin tetap merindukannya namun aku tidak merasakannya. Tapi aku rasa itu cukup sulit untuk dilakukan. Jujur, yang bisa aku lakukan hanyalah meluapkan segalanya di ribuan kata ini. terlalu takut untuk diriku terbuka langsung padanya di suasana seperti ini. aku hanya tidak ingin menjadi pengganggu di dalam dirinya untuk kesekian kalinya. Ada satu kalimat yang benar benar aku ingin dia mengetahuinya, “masih namamu dalam doaku, dan masih bayangmu dalam mimpiku”

0 komentar:

Posting Komentar