Terlalu dini bukan untuk membahas
sesuatu yang amat sangat ku rindukan? Namun, itulah yang ku rasakan sekarang. Aku
terlalu merindukan seseorang, sampai sampai aku mati rasa untuk merindukan
teman temanku yang seharusnya ku rindukan. Jikalau aku merindukannya dan dia
tau bahwa dia sedang ku ridukan, apa yang akan dia lakukan? Apakah hanya diam
saja berpura pura tidak tau atau bagaimana? Ah entahlah. Itu rasa yang dia rasakan
yang mungkin seharusnya tidak perlu aku tau untuk diriku sendiri.
*****
Hampir setiap hari aku
memimpikannya, dia hadir dalam setiap mimpiku yang seharusnya tidak ada
hubungannya sama sekali dengan dirinya. Bahkan, pernah pada satu malam aku
terbangun dari tidurku yang cukup lelap, hanya karena apa? Aku merasakan desah
nafasnya ada pada diriku. Aku tidak mengada ngada. Aku benar benar merasakan
nafasnya, dan itu pun tidak pada malam itu saja. Pada beberapa malam setelah
itu, aku juga masih merasakannya. Pertanda apa itu? Aku ingin tau apa yang
sebenarnya pada diriku ini. tapi aku tidak tau harus mencari tau kemana. Karena
terlalu absurd untuk bertanya pada seseorang. Beberapa hari ini aku setiap hari
memimpikannya. Aku sungguh tidak tau apa yang sebenarnya terjadi padaku. Aku tau
yang ku alami ini tidaklah wajar.
*****
Ketika aku terbangun di pagi
hari, pikiranku langsung tertuju padanya. Padahal di luar sana belum tentu dia
memikirkanku dengan badan lemah adanya seperti ini. jujur, akhir akhir ini aku
merasakan badanku yang kurang sehat ini mengganggu sedikit aktivitasku. Entah karena
apa, dan aku tidak ingin mencari taunya. Jika sampai aku tau, bisa jadi itu
akan menjadi tambahan bebanku. Dan aku tidak ingin merasa bebanku menambah. Seringkali
aku mengabaikan rasa sakit yang ku rasakan hanya untuk aku ingin terlihat
normal di depan banyak orang. Aku tidak ingin merepotkan mereka yang ada di
sekitarku. Aku ingin terlihat normal seperti yang lainnya di depan banyak
rekanku.
*****
Aku sempat berfikir sungguh
tidaklah mungkin jika dia merindukanku, terlalu mustahil di keadaan seperti
ini. tapi positifnya aku memiliki banyak waktu lebih bersama teman temanku yang
selalu berusaha ada untukku. Ya, aku menikmati setiap detik bersama mereka
sebelum waktuku habis untuk mereka. Aku sangat menyayangi semua temanku. Sesungguhnya
mereka peduli padaku, tapi aku tidak merasakan kepedulian mereka karena aku
terlalu fokus dengan perasaan yang ku berikan untuk seseorang yang benar benar
ku sayangi. Aku sempat berfikir, apakah rasaku ini hanya sebelah tangan
padanya? Tapi aku selalu berusaha berfikir positif. Aku pernah mengambil kata
kata yang ku kutip dari soal ujianku sewaktu masih duduk di bangku SMA. “selalu berfikir positif, karena segala
sesuatu berawal dari pikiran kita”. Benar kan? Segala sesuatu bisa terjadi
karena kita memikirkannya.
*****
Aku berusaha menahan rasa rindu
ini bahkan jika bisa, aku ingin tetap merindukannya namun aku tidak
merasakannya. Tapi aku rasa itu cukup sulit untuk dilakukan. Jujur, yang bisa
aku lakukan hanyalah meluapkan segalanya di ribuan kata ini. terlalu takut
untuk diriku terbuka langsung padanya di suasana seperti ini. aku hanya tidak
ingin menjadi pengganggu di dalam dirinya untuk kesekian kalinya. Ada satu
kalimat yang benar benar aku ingin dia mengetahuinya, “masih namamu dalam doaku, dan masih bayangmu dalam mimpiku”

0 komentar:
Posting Komentar