Hai semua, ketemu lagi ya sama aku. Perkenalan
lagi ya, aku Sonya Bangkit. Aku sekolah di SMA Negeri 2 Nganjuk. Aku baru kelas
XI. Tepatnya sih XI IPS 1. Disini aku mau bagi cerita soal sebagian dari cerita
kehidupanku. Ya mungkin yang menyedihkan atau yang menyenangkan. :)
***
Aku mulai dari beberapa bulan yang
lalu, dulu aku pernah pacaran sama cowok, teman aku sendiri. Tapi nggak lama
jalanin hubungan sama dia kita putus. Lalu aku mutusin buat tetap nunggu dia
sampai dia sadar kalau memang cuman aku cewek yang pantas buat dia. Tapi setelah
15 bulan aku nunggu dia buat balik lagi sama aku, aku ngerasa aneh sama dia. Dan
ternyata Tuhan punya rencana lain buat aku. Tuhan adil, Tuhan membuang rasa
sayangku buat dia. Ternyata banyak yang bilang kalau dia suka sama cewek lain,
lebih mirisnya cewek itu teman aku sendiri. Teman dekat pula. Akhirnya aku bisa
ikhlas buat ngelepasin dia. Tapi di awal awal aku masuk SMA, aku ketemu sama
cowok. Sebenarnya dia nggak seberapa tampan sih, cuman dia punya wajah lucu,
imut. Dari wajahnya, aku udah punya nilai buat dia. Dia bukan cowok seperti
mantanku dulu. Dia cowok baik baik. Sepertinya aku suka sama dia. Tapi sayangnya
aku nggak tau siapa namanya, dia kelas berapa.
***
Beberapa bulan setelah aku ikhlas
buat melepas mantanku, aku punya job buat dokumentasi kegiatan di sekolah. Tepatnya
sih dokumentasi tes psikologi siswa baru. Tapi aku nggak dapat kabar buat
dokumentasi itu. Temanku satu ekstra bilang ke aku, buat besok waktu sekolah
aku ikut dokumentasi. Ya bisa di bilang aku menemaninya. Terus malam harinya
aku online di sebuah jejaring sosial. Aku kalau belajar sambil online, dengerin
lagu juga. Kalau nggak gitu aku nggak bisa belajar. Waktu aku belajar, suara
notify chatting bunyi dari notebook punya aku. Sebenarnya aku tau kalau dia
temen satu sekolah aku sendiri. Tapi aku kurang tau tepatnya siapa dia. Waktu aku
buka fotonya, tau siapa dia ? ‘ jenjenggg
.. ‘ dia cowok yang aku bilang lucu
dan imut itu. Aku nervous. Aku akui itu. Padahal aku nggak ketemu cowok itu. Kita
ngobrol cuman lewat sebuah jejaring sosial. Apa aku kagum sama dia ? mungkin
juga sih aku kagum sama dia, bahkan suka ' ups '. di lihat dari matanya aja dia anak pintar.
***
Langsung beberapa bulan kemudian ya. Lebih
tepatnya kurang lebih 5 bulan kemudian aku jadian sama cowok itu. Disini dia
aku kasih nama Vian. Iya namanya Vian. Nama yang cukup indah.
***
Bunga mawar merah, secangkir vanilla
latte dan sahabatku jadi saksi aku jadian sama dia. Dan sekarang udah hampir 4
bulan aku jalanin hubungan sama dia. Dia baik, pengertian, pekerja keras dan
sebagainya. Dia beda sama cowok lain. Aku suka cara hidup dia yang sederhana.
:)
***
Beberapa bulan kemudian, temanku
berbagi cerita sama aku, banyaklah ceritanya. Terus dia cerita tentang dia
ketemu sama mantan Vian. Namanya hampir sama dengan namaku. Aku penasaran sama
mantannya itu. Berbagai cara aku coba buat cari profil dia. Tapi aku tetap nggak nemuin profilnya. Aku cuman tau namanya aja. Ya akhirnya aku kumpulin tekad aku
buat tanya ke Vian sendiri. Dan ternyata benar itu mantan Vian. Aku envy, aku
jealous. Vian bisa jalanin hubungan sama cewek itu sampai satu setengah tahun. Padahal
aku dulu pernah pacaran sama cowok cuman sampai satu tahun tiga bulan aja. Aku envy, aku
penasaran kenapa dia bisa jalanin hubungan selama itu sama cewek itu. Aku juga
pengin selama itu jalanin hubungan sama Vian. Malah kalau Tuhan mengijinkan,
aku pengin sampai nanti ' last breath ' sama Vian. Hihi.
***
Tapi di satu malam tiba tiba aku
nangis, ya penyebabnya tetap gara gara aku envy, aku jealous. Aku nggak mau
kalau sampai suatu saat nanti Vian ketemu sama cewek itu lagi. Aku nggak mau. Ya
mungkin di sudut ini bisa di bilang aku egois, tapi memang itu yang aku rasain.
Aku nggak mau hal itu terjadi. Sampai sampai salah satu sahabatku bilang ke
aku “
kalau kamu terima apa adanya dia, kamu musti bisa terima masa lalunya dia juga “ aku tau niat sahabat aku itu baik. Dia nggak
pengin aku nangis, aku sedih. Aku pasti ingat terus kata kata dari sahabat aku. Soalnya itu memang benar di kehidupan nyataku.
***
Flashback ya, dulu sebelum aku jadian
sama Vian, Vian jadi salah satu cowok baik dimata cewek cewek. Banyak cewek
yang suka sama dia. Aku tau kenapa banyak cewek yang suka sama dia. Soalnya dia
selalu bikin cewek penasaran tentang profilnya dia.
***************************************************************************************************************
Mungkin ini cukup sampai disini dulu,
kapan hari dilanjut lagi ya :). Tunggu cerita selanjutnya (insyaAllah)
»» READMORE...