Pages

SOnya Bangkit Iswara

Jumat, 11 Januari 2013

sepenggal cerita tentang kehidupanku dan dia #1


Hai semua, ketemu lagi ya sama aku. Perkenalan lagi ya, aku Sonya Bangkit. Aku sekolah di SMA Negeri 2 Nganjuk. Aku baru kelas XI. Tepatnya sih XI IPS 1. Disini aku mau bagi cerita soal sebagian dari cerita kehidupanku. Ya mungkin yang menyedihkan atau yang menyenangkan. :)
***
Aku mulai dari beberapa bulan yang lalu, dulu aku pernah pacaran sama cowok, teman aku sendiri. Tapi nggak lama jalanin hubungan sama dia kita putus. Lalu aku mutusin buat tetap nunggu dia sampai dia sadar kalau memang cuman aku cewek yang pantas buat dia. Tapi setelah 15 bulan aku nunggu dia buat balik lagi sama aku, aku ngerasa aneh sama dia. Dan ternyata Tuhan punya rencana lain buat aku. Tuhan adil, Tuhan membuang rasa sayangku buat dia. Ternyata banyak yang bilang kalau dia suka sama cewek lain, lebih mirisnya cewek itu teman aku sendiri. Teman dekat pula. Akhirnya aku bisa ikhlas buat ngelepasin dia. Tapi di awal awal aku masuk SMA, aku ketemu sama cowok. Sebenarnya dia nggak seberapa tampan sih, cuman dia punya wajah lucu, imut. Dari wajahnya, aku udah punya nilai buat dia. Dia bukan cowok seperti mantanku dulu. Dia cowok baik baik. Sepertinya aku suka sama dia. Tapi sayangnya aku nggak tau siapa namanya, dia kelas berapa.
***
Beberapa bulan setelah aku ikhlas buat melepas mantanku, aku punya job buat dokumentasi kegiatan di sekolah. Tepatnya sih dokumentasi tes psikologi siswa baru. Tapi aku nggak dapat kabar buat dokumentasi itu. Temanku satu ekstra bilang ke aku, buat besok waktu sekolah aku ikut dokumentasi. Ya bisa di bilang aku menemaninya. Terus malam harinya aku online di sebuah jejaring sosial. Aku kalau belajar sambil online, dengerin lagu juga. Kalau nggak gitu aku nggak bisa belajar. Waktu aku belajar, suara notify chatting bunyi dari notebook punya aku. Sebenarnya aku tau kalau dia temen satu sekolah aku sendiri. Tapi aku kurang tau tepatnya siapa dia. Waktu aku buka fotonya, tau siapa dia ? ‘ jenjenggg .. ‘  dia cowok yang aku bilang lucu dan imut itu. Aku nervous. Aku akui itu. Padahal aku nggak ketemu cowok itu. Kita ngobrol cuman lewat sebuah jejaring sosial. Apa aku kagum sama dia ? mungkin juga sih aku kagum sama dia, bahkan suka ' ups '. di lihat dari matanya aja dia anak pintar.
***
Langsung beberapa bulan kemudian ya. Lebih tepatnya kurang lebih 5 bulan kemudian aku jadian sama cowok itu. Disini dia aku kasih nama Vian. Iya namanya Vian. Nama yang cukup indah.
***
Bunga mawar merah, secangkir vanilla latte dan sahabatku jadi saksi aku jadian sama dia. Dan sekarang udah hampir 4 bulan aku jalanin hubungan sama dia. Dia baik, pengertian, pekerja keras dan sebagainya. Dia beda sama cowok lain. Aku suka cara hidup dia yang sederhana. :)
***
Beberapa bulan kemudian, temanku berbagi cerita sama aku, banyaklah ceritanya. Terus dia cerita tentang dia ketemu sama mantan Vian. Namanya hampir sama dengan namaku. Aku penasaran sama mantannya itu. Berbagai cara aku coba buat cari profil dia. Tapi aku tetap nggak nemuin profilnya. Aku cuman tau namanya aja. Ya akhirnya aku kumpulin tekad aku buat tanya ke Vian sendiri. Dan ternyata benar itu mantan Vian. Aku envy, aku jealous. Vian bisa jalanin hubungan sama cewek itu sampai satu setengah tahun. Padahal aku dulu pernah pacaran sama cowok cuman  sampai satu tahun tiga bulan aja. Aku envy, aku penasaran kenapa dia bisa jalanin hubungan selama itu sama cewek itu. Aku juga pengin selama itu jalanin hubungan sama Vian. Malah kalau Tuhan mengijinkan, aku pengin sampai nanti ' last breath ' sama Vian. Hihi.
***
Tapi di satu malam tiba tiba aku nangis, ya penyebabnya tetap gara gara aku envy, aku jealous. Aku nggak mau kalau sampai suatu saat nanti Vian ketemu sama cewek itu lagi. Aku nggak mau. Ya mungkin di sudut ini bisa di bilang aku egois, tapi memang itu yang aku rasain. Aku nggak mau hal itu terjadi. Sampai sampai salah satu sahabatku bilang ke aku “ kalau kamu terima apa adanya dia, kamu musti bisa terima masa lalunya dia juga “  aku tau niat sahabat aku itu baik. Dia nggak pengin aku nangis, aku sedih. Aku pasti ingat terus kata kata dari sahabat aku. Soalnya itu memang benar di kehidupan nyataku.
***
Flashback ya, dulu sebelum aku jadian sama Vian, Vian jadi salah satu cowok baik dimata cewek cewek. Banyak cewek yang suka sama dia. Aku tau kenapa banyak cewek yang suka sama dia. Soalnya dia selalu bikin cewek penasaran tentang profilnya dia.
***************************************************************************************************************
Mungkin ini cukup sampai disini dulu, kapan hari dilanjut lagi ya :). Tunggu cerita selanjutnya (insyaAllah)
»»  READMORE...