Setiap individu pasti memiliki
masalah masing masing. Entah itu masalah pribadi atau yang lain. Tidak menutup
aku juga seperti itu, aku memiliki masalah pribadi yang tidak orang ketahui. Memang
terlalu sakit untuk memendamnya sendirian. Namun bagaimana lagi? Teman temanku
sekalipun sahabatku tidak harus mengetahui setiap detailnya masalah yang ku
hadapi saat ini ataupun yang lalu.
*****
“Bagaimana caraku menghadapi setiap masalah
yang telah melilitku setiap harinya?” . yang ku lakukan hanyalah menghadapi
masalah tersebut dengan lapang dada dan menikmati setiap langkah yang telah ku
lalui. Tak lupa aku selalu berdoa, meminta diberi kemudahan dan kekuatan untuk
menghadapinya. “Pernah menangis
menghadapi masalah masalah tersebut?”. Tentu saja pernah. Aku juga manusia
yang bisa menangis. Karena menurutku menangis bisa membuatku merasa sedikit
lega selain berteriak sekencang mungkin di tanah lapang. “Pernah melakukan hal itu? Berteriak di tanah lapang dengan suara yang
sangat lantang sampai sampai tidak mendengar suaramu sendiri?”. Pernah,
jujur. Karena aku tipe orang yang terlalu memforsir pikiranku sekalipun itu
masalah kecil. Aku tau itu tidak baik memang. Apa lagi untuk kesehatanku sendiri
dengan tubuh yang lemah adanya seperti sekarang ini. tapi menurutku itu
membuatku lega, kenapa tidak?. Kadang aku orang keras kepala, aku melakukan
semua hal semauku, tidak memikirkan buruknya. Tapi tujuanku itu hanya membuatku
merasa lepas. Ya lepas dari berbagai masalah yang sudah melilitku dengan begitu lamanya.
*****
Sebenarnya masih
banyak orang di luar sana yang peduli akan diriku, kondisiku. Namun, di saat
aku memiliki banyak masalah, aku buta akan mereka. Betapa bodohnya aku bukan? Aku
buta akan mereka yang selalu peduli denganku, yang selalu berusaha ada untukku,
yang selalu berusaha memelukku disaat aku akan terjatuh. Tapi sekarang, aku
berusaha membuka mataku lebar lebar atas kehadiran mereka. Aku dengan hati hati
memeluk mereka yang selalu berusaha memberi yang terbaik untukku. Perlahan tapi
pasti. Aku mendapatkan mereka. Ya mendapatkannya. Teman teman, sahabat sahabat
yang selalu merangkulku dari belakang tanpa sepengetahuanku. Mereka berusaha
mengerti bahasa tubuhku yang selalu membutuhkan batuan mereka. “tidak ada yang mampu hidup sendirian di
dunia ini, semua orang membutuhkan orang lain.”
*****
Jujur, aku
menghargai mereka yang sudah menghinaku, yang pernah menjatuhkanku, yang datang
padaku di saat mereka butuh saja. Aku dengan tangan terbuka menerima mereka
yang telah ikut memberi warna dalam lembaranku. Yang aku pikirkan hanya satu “yang
terpenting aku memperlakukan mereka dengan baik, jikalau mereka membalasku
dengan jahat itu urusan dia dengan yang memberi hidup. Bukan aku.”

0 komentar:
Posting Komentar