Pages

SOnya Bangkit Iswara

Minggu, 11 Januari 2015

Hanya Setetes Luapan Emosi

Setiap individu pasti memiliki masalah masing masing. Entah itu masalah pribadi atau yang lain. Tidak menutup aku juga seperti itu, aku memiliki masalah pribadi yang tidak orang ketahui. Memang terlalu sakit untuk memendamnya sendirian. Namun bagaimana lagi? Teman temanku sekalipun sahabatku tidak harus mengetahui setiap detailnya masalah yang ku hadapi saat ini ataupun yang lalu.
*****
“Bagaimana caraku menghadapi setiap masalah yang telah melilitku setiap harinya?” . yang ku lakukan hanyalah menghadapi masalah tersebut dengan lapang dada dan menikmati setiap langkah yang telah ku lalui. Tak lupa aku selalu berdoa, meminta diberi kemudahan dan kekuatan untuk menghadapinya. “Pernah menangis menghadapi masalah masalah tersebut?”. Tentu saja pernah. Aku juga manusia yang bisa menangis. Karena menurutku menangis bisa membuatku merasa sedikit lega selain berteriak sekencang mungkin di tanah lapang. “Pernah melakukan hal itu? Berteriak di tanah lapang dengan suara yang sangat lantang sampai sampai tidak mendengar suaramu sendiri?”. Pernah, jujur. Karena aku tipe orang yang terlalu memforsir pikiranku sekalipun itu masalah kecil. Aku tau itu tidak baik memang. Apa lagi untuk kesehatanku sendiri dengan tubuh yang lemah adanya seperti sekarang ini. tapi menurutku itu membuatku lega, kenapa tidak?. Kadang aku orang keras kepala, aku melakukan semua hal semauku, tidak memikirkan buruknya. Tapi tujuanku itu hanya membuatku merasa lepas. Ya lepas dari berbagai masalah yang sudah melilitku dengan begitu lamanya.
*****
Sebenarnya masih banyak orang di luar sana yang peduli akan diriku, kondisiku. Namun, di saat aku memiliki banyak masalah, aku buta akan mereka. Betapa bodohnya aku bukan? Aku buta akan mereka yang selalu peduli denganku, yang selalu berusaha ada untukku, yang selalu berusaha memelukku disaat aku akan terjatuh. Tapi sekarang, aku berusaha membuka mataku lebar lebar atas kehadiran mereka. Aku dengan hati hati memeluk mereka yang selalu berusaha memberi yang terbaik untukku. Perlahan tapi pasti. Aku mendapatkan mereka. Ya mendapatkannya. Teman teman, sahabat sahabat yang selalu merangkulku dari belakang tanpa sepengetahuanku. Mereka berusaha mengerti bahasa tubuhku yang selalu membutuhkan batuan mereka. “tidak ada yang mampu hidup sendirian di dunia ini, semua orang membutuhkan orang lain.”
*****

Jujur, aku menghargai mereka yang sudah menghinaku, yang pernah menjatuhkanku, yang datang padaku di saat mereka butuh saja. Aku dengan tangan terbuka menerima mereka yang telah ikut memberi warna dalam lembaranku. Yang aku pikirkan hanya satu “yang terpenting aku memperlakukan mereka dengan baik, jikalau mereka membalasku dengan jahat itu urusan dia dengan yang memberi hidup. Bukan aku.”   

0 komentar:

Posting Komentar