Di siang hari yang biasa-biasa saja ini aku
kembali membuka laptopku yang berdebu untuk melanjutkan sebagian cerita tentang
hidupku yang penuh hal tidak menentu dan misterius ini. semua tidak hanya
tentang asmara, tidak lain soal pertemanan pun menjadi salah satu permasalahan
yang lumayan mengganggu pikiranku beberapa minggu terakhir ini.
***
Pada dasarnya memang aku mudah menyayangi
seseorang, tidak untuk someone special saja
tapi juga untuk teman-teman yang kuanggap berarti dalam perjalanan hidup yang
penuh dengan cobaan. Aku yang dilahirkan dengan penuh rasa sayang dan tulus
terhadap makhluk hidup yang di ciptakan-Nya malah dianggap sebagai pengganggu
atau beban di kehidupannya. Aku berusaha sebisaku untuk membuat orang
disekitarku bahagia atau nyaman dengan caraku sendiri tapi malah apa yang sudah
ku berikan dianggap tidak ada nilai di matanya.
***
Semua bermula saat aku merasa memiliki segudang
permasalahan yang menjerat kakiku untuk melangkah maju, untuk meringankan
sedikit pikiranku, aku memang berniat untuk membagi cerita itu kepada teman-temanku. Hari demi hari, minggu
demi minggu, dan berganti bulan, perlahan perubahan itu semakin terasa yang
menurutku ada yang salah dengan tindakan atau caraku memperlakukan mereka. Aku masih
berusaha seolah biasa saja dan tak pernah terjadi apa-apa. Sampai suatu hari
ada satu kalimat yang membuatku tersontak kaget dan menyadarkanku seketika
bahwa memang benar tidak semua orang bahkan teman yang kuanggap sudah mengerti
keadaanku itu mengenalku dengan baik, “harusnya
tidak masalah asmara yang kamu pikirkan sekarang ini, dengan umurmu yang
sekarang kamu harus lebih memperdulikan soal karirmu, bukan soal masalah
asmaramu yang rumit ini.” memang sepele, mudah saat diucapkan, tapi apakah
mereka sadar akan perkataan yang mereka ucapkan telah meruntuhkan dindingku
yang selama ini ku bangun dengan pondasi yang kuat untuk tetap bisa menjalani
kehidupan keesokan harinya?
***
Wahai teman-temanku yang baik hati, aku tau
maksud kalian baik untuk diriku dan kedepannya. Tapi, apakah setidaknya kalian
menengok kebelakang soal diriku sedikit saja? Mungkin tidak ada gunanya juga
aku menuntun kalian untuk mempelihatkan bagaimana perjalananku sampai pada
titik ini, tapi lihatlah sedikit. Aku berjuang tidak untuk soal asmaraku saja,
soal karir yang ku dambakan selama ini aku sudah mencobanya dengan berbagai
cara yang bisa ku lakukan. Apa yang kalian tau soal diriku itu hanya covernya saja, tidak dengan isinya. Bagaimana
jika kita saling mengerti satu sama lain? Mendengarkan keluh kesah kita dan
mencari solusi yang pas bersama, mungkin itu akan menjadi salah satu pencapaian
kita yang belum pernah kita coba sebelumnya.
***
Berbicara sesuai dengan apa yang ada dipikiran
kita itu mudah, yang sulit hanyalah mendengarkan persoalan dengan baik dan
sabar. Tidak semua orang mampu mendengarkan permasalahan dengan baik dan sabar.
Mari kita coba untuk saling mendengarkan, mengisi dan mengerti satu sama lain. Mungkin
memang sulit di awal, tapi percayalah, suatu saat kalian akan mendapatkan
sesuatu hal yang tidak kalian pikirkan sekarang ini, dan pastinya tidak akan ada
yang dirugikan diantara kita.
Malang
November 5, 2019

0 komentar:
Posting Komentar