Maafkan aku yang menghilang beberapa tahun ini
untuk menikmati kehidupanku yang fana dan tak berujung. Semoga dengan
kembalinya aku dibalik ribuan kata yang aku tuliskan disini memberikan pengaruh
positif untuk kehidupanku dan kehidupanmu, iya kehidupan kalian yang
menyempatkan waktu untuk membaca setiap kalimat yang ku rangkai.
***
Bagaimana kabar kalian? Baik-baik saja kan? Aku
harap Tuhan selalu melindungi setiap langkah kalian untuk menuju menjadi yang
lebih baik lagi dan lagi. Jika kalian ingin tau bagaimana kabarku, sebelum
kalian menanyakannya biarkan aku menjawabnya terlebih dahulu. Aku baik-baik
saja, lebih tepatnya aku terlihat
baik-baik saja. Aku punya niat baik untuk mulai menulis lagi, besar harapanku
dengan adanya tulisan ini yang berisi keluh kesahku aku tak ingin kalian merasakan
atau bahkan berada di posisiku sekarang ini. sungguh sangat menyiksa, jadi
jangan coba-coba untuk bermain api. Biarkan aku saja yang merasakannya, kalian
jangan.
***
Kita mulai dari mana? Jika ku ceritakan dari
awal mula berhari-hari pun nggak akan selesai tulisan ini, bagaimana jika ku
mulai langsung di persoalannya? Aku tau jatuh cinta, merasakan kasmaran itu
adalah hal manusiawi tapi jangan terlalu berlebihan, pada dasarnya semua yang
bersifat berlebihan itu memang tidak baik. Kesalahanku adalah aku terlalu
menerimanya dengan sangat berlebihan, bukan terlalu berlebihan melainkan sangat
berlebihan. Semua berawal dari situ, aku tau itu semua kesalahanku, jika aku
tak menerimanya dengan berlebihan mungkin aku tak akan merasakan jatuh yang
sejatuh-jatuhnya seperti ini. siapa yang akan menolongku saat aku jatuh seperti
ini? “dia”? teman-temanku? Haha, memang mereka menolongku, terlebih
teman-temanku. Mereka menolongku saat aku terjatuh dengan cara mereka sendiri
walau kadang ada beberapa cara mereka yang membuatku kurang nyaman, tapi pasti
mereka berniatan untuk kebaikanku. Paling inti yang menolongku saat aku
terjatuh adalah diriku sendiri. Lalu, bagaimana caranya menolong diri sendiri? Mungkin
hanya sebagian orang yang tau maksudku.
***
Aku berjuang sendiri dengan berbagai cara yang
menurutku bisa ku lakukan untuk menyelamatkanku dari keterpurukan yang sudah
menyerang ini. aku akui, memang susah untuk bangkit dari rasa jatuh yang
teramat jatuh tapi bagaimana lagi? Aku tak ingin hidupku berakhir sampai disini
dengan permasalahan yang dilihat orang lain adalah masalah sepele. Oh iya, aku
punya satu kalimat dari satu temanku yang mungkin sederhana tapi akan merubah
pola pikir kalian dengan seketika, “jangan
menyepelekan hal sepele. Karena sepele apapun itu kadang buat seseorang sangat
berarti.” Jadi kesimpulannya begini, jangan menyepelekan segala sesuatu
karna menurut kalian memang sepele tapi bagi orang lain itu berarti. Kenapa aku
menuliskan kalimat itu? Aku pernah merasakan bagaimana rasanya disepelekan, itu
membuat luka di hati dan batin. Mari kita balik di pembahasan awal, dengan aku
mengingat keluargaku, teman-teman terdekatku, aku berpikir ulang “dengan permasalahan seperti ini aku harus
menyerah begitu saja? Hai, itu bukan diriku, aku nggak akan menyerah dengan
mudahnya tanpa aku mendapatkan apa yang aku harapkan. Ayolah, semua akan
selesai dengan sendirinya jika aku kuat untuk melewatinya, menghilang dengan
sekejap tidak akan menyelesaikan masalah yang pelik ini. ingat kembali apa yang
sudah keluarga berikan untukku, ingat kembali bagaimana teman-teman
menyayangiku walaupun itu tidak terlihat secara nyata. Keluarga dan teman-teman
tidak akan terima begitu saja jika aku menyerah dengan permasalahan yang
melilit beberapa bulan lamanya ini. harus kuat, iya harus kuat. Kembalikan aku
yang dulu, selalu tegar menghadapi kenyataan, selalu tegas dengan setiap
keputusan. Terjatuh sesekali tak apa, tapi jangan berlama-lama, segeralah
bangun dan menikmati prosesnya. Sesungguhnya, semua itu indah dan baik untuk
diriku sendiri. Yakin, setiap permasalahan yang diberikan oleh-Nya pasti ada
maksud dibaliknya. Harus kuat.” Awalnya berat, berat banget malah tapi jika
tak seperti ini bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku yang terlalu abstrak
ini? jika memang diharuskan ada orang lain merasakan seperti yang ku rasakan,
sebisa mungkin aku ngegandeng orang itu, aku tau bagaimana rasanya dan aku tak
ingin orang lain merasakannya. Aku akan membantunya sebisa mungkin. Pada dasarnya,
kondisi seperti ini hanya ingin ditemani, dan didengarkan itu sudah cukup. Sungguh sangat tidak enak tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, ingin hati seperti
ini tapi tingkah dan perilaku inginnya seperti itu. Aku tak bisa bagaimana cara
menggambarkannya seperti apa. Intinya itu sangat menguras hati, pikiran, dan
kejiwaan pribadi.
***
Pesanku, jangan menyepelekan segala sesuatu
bisa jadi itu akan menjadi berarti di suatu saat nanti, percaya padaku. Bersyukurlah
apa yang ada sekarang, jika kamu sudah kehilangan kamu baru akan merasakan
bagaimana sedihnya dan terjatuhnya. Nikmati setiap momen yang kamu lewati,
sungguh, nikmati itu, karena hidup hanya satu kali dan itu belum tentu terulang
lagi. Nikmati setiap detik, setiap prosesnya. Aku ingin sekali menyampaikannya
karena aku tak ingin kalian melewatkan hal-hal yang berharga. Tak ingin.
Malang
November 3, 2019

0 komentar:
Posting Komentar