Pages

SOnya Bangkit Iswara

Minggu, 03 November 2019

Welcome Back


Maafkan aku yang menghilang beberapa tahun ini untuk menikmati kehidupanku yang fana dan tak berujung. Semoga dengan kembalinya aku dibalik ribuan kata yang aku tuliskan disini memberikan pengaruh positif untuk kehidupanku dan kehidupanmu, iya kehidupan kalian yang menyempatkan waktu untuk membaca setiap kalimat yang ku rangkai.
***
Bagaimana kabar kalian? Baik-baik saja kan? Aku harap Tuhan selalu melindungi setiap langkah kalian untuk menuju menjadi yang lebih baik lagi dan lagi. Jika kalian ingin tau bagaimana kabarku, sebelum kalian menanyakannya biarkan aku menjawabnya terlebih dahulu. Aku baik-baik saja, lebih tepatnya aku terlihat baik-baik saja. Aku punya niat baik untuk mulai menulis lagi, besar harapanku dengan adanya tulisan ini yang berisi keluh kesahku aku tak ingin kalian merasakan atau bahkan berada di posisiku sekarang ini. sungguh sangat menyiksa, jadi jangan coba-coba untuk bermain api. Biarkan aku saja yang merasakannya, kalian jangan.
***
Kita mulai dari mana? Jika ku ceritakan dari awal mula berhari-hari pun nggak akan selesai tulisan ini, bagaimana jika ku mulai langsung di persoalannya? Aku tau jatuh cinta, merasakan kasmaran itu adalah hal manusiawi tapi jangan terlalu berlebihan, pada dasarnya semua yang bersifat berlebihan itu memang tidak baik. Kesalahanku adalah aku terlalu menerimanya dengan sangat berlebihan, bukan terlalu berlebihan melainkan sangat berlebihan. Semua berawal dari situ, aku tau itu semua kesalahanku, jika aku tak menerimanya dengan berlebihan mungkin aku tak akan merasakan jatuh yang sejatuh-jatuhnya seperti ini. siapa yang akan menolongku saat aku jatuh seperti ini? “dia”? teman-temanku? Haha, memang mereka menolongku, terlebih teman-temanku. Mereka menolongku saat aku terjatuh dengan cara mereka sendiri walau kadang ada beberapa cara mereka yang membuatku kurang nyaman, tapi pasti mereka berniatan untuk kebaikanku. Paling inti yang menolongku saat aku terjatuh adalah diriku sendiri. Lalu, bagaimana caranya menolong diri sendiri? Mungkin hanya sebagian orang yang tau maksudku.
***
Aku berjuang sendiri dengan berbagai cara yang menurutku bisa ku lakukan untuk menyelamatkanku dari keterpurukan yang sudah menyerang ini. aku akui, memang susah untuk bangkit dari rasa jatuh yang teramat jatuh tapi bagaimana lagi? Aku tak ingin hidupku berakhir sampai disini dengan permasalahan yang dilihat orang lain adalah masalah sepele. Oh iya, aku punya satu kalimat dari satu temanku yang mungkin sederhana tapi akan merubah pola pikir kalian dengan seketika, “jangan menyepelekan hal sepele. Karena sepele apapun itu kadang buat seseorang sangat berarti.” Jadi kesimpulannya begini, jangan menyepelekan segala sesuatu karna menurut kalian memang sepele tapi bagi orang lain itu berarti. Kenapa aku menuliskan kalimat itu? Aku pernah merasakan bagaimana rasanya disepelekan, itu membuat luka di hati dan batin. Mari kita balik di pembahasan awal, dengan aku mengingat keluargaku, teman-teman terdekatku, aku berpikir ulang “dengan permasalahan seperti ini aku harus menyerah begitu saja? Hai, itu bukan diriku, aku nggak akan menyerah dengan mudahnya tanpa aku mendapatkan apa yang aku harapkan. Ayolah, semua akan selesai dengan sendirinya jika aku kuat untuk melewatinya, menghilang dengan sekejap tidak akan menyelesaikan masalah yang pelik ini. ingat kembali apa yang sudah keluarga berikan untukku, ingat kembali bagaimana teman-teman menyayangiku walaupun itu tidak terlihat secara nyata. Keluarga dan teman-teman tidak akan terima begitu saja jika aku menyerah dengan permasalahan yang melilit beberapa bulan lamanya ini. harus kuat, iya harus kuat. Kembalikan aku yang dulu, selalu tegar menghadapi kenyataan, selalu tegas dengan setiap keputusan. Terjatuh sesekali tak apa, tapi jangan berlama-lama, segeralah bangun dan menikmati prosesnya. Sesungguhnya, semua itu indah dan baik untuk diriku sendiri. Yakin, setiap permasalahan yang diberikan oleh-Nya pasti ada maksud dibaliknya. Harus kuat.” Awalnya berat, berat banget malah tapi jika tak seperti ini bagaimana aku bisa melanjutkan hidupku yang terlalu abstrak ini? jika memang diharuskan ada orang lain merasakan seperti yang ku rasakan, sebisa mungkin aku ngegandeng orang itu, aku tau bagaimana rasanya dan aku tak ingin orang lain merasakannya. Aku akan membantunya sebisa mungkin. Pada dasarnya, kondisi seperti ini hanya ingin ditemani, dan didengarkan itu sudah cukup. Sungguh sangat tidak enak tidak bisa berdamai dengan diri sendiri, ingin hati seperti ini tapi tingkah dan perilaku inginnya seperti itu. Aku tak bisa bagaimana cara menggambarkannya seperti apa. Intinya itu sangat menguras hati, pikiran, dan kejiwaan pribadi.  
***
Pesanku, jangan menyepelekan segala sesuatu bisa jadi itu akan menjadi berarti di suatu saat nanti, percaya padaku. Bersyukurlah apa yang ada sekarang, jika kamu sudah kehilangan kamu baru akan merasakan bagaimana sedihnya dan terjatuhnya. Nikmati setiap momen yang kamu lewati, sungguh, nikmati itu, karena hidup hanya satu kali dan itu belum tentu terulang lagi. Nikmati setiap detik, setiap prosesnya. Aku ingin sekali menyampaikannya karena aku tak ingin kalian melewatkan hal-hal yang berharga. Tak ingin.

Malang
November 3, 2019

0 komentar:

Posting Komentar