Pages

SOnya Bangkit Iswara

Jumat, 05 Desember 2014

MOVING ON

Move on itu objeknya tidak harus orang kok”. Masih ingat betul aku dengan kata kata itu. Kakak perempuanku dulu pernah bilang kalimat itu di aku sewaktu hubungan spesialku dengan mantanku yang dulu berakhir begitu saja tanpa sebab yang spesifik. Jika aku ditanya “Sonya, apa kamu sudah move on?” pasti dengan tegas aku akan menjawab, “sudah”. Karena apa? Jujur aku move on bukan karena adanya orang lain di luar sana, tapi aku sudah merasakan bahagia dengan caraku sendiri. Semua yang aku lakukan berniatan untuk membahagiakan diriku sendiri untuk yang pertama. Entah semua orang menilai aku orang macam apapun itu, tapi ya ini aku.
**********
Selama aku masuk dunia perkuliahan aku mencoba dengan perlahan menunjukkan pada mereka semua siapa sebenarnya diriku. Apa pun penilaian mereka kepadaku aku terima itu. Di sana aku bertemu banyak orang, bertemu bebagai macam karakter orang. Berawal dari situ lah aku mempelajari memperlakukan orang dengan sebaik mungkin dengan banyak perbedaan karakter. Aku senang kenal dengan mereka, tapi entah apa yang mereka rasakan ketika mengenalku. Yang pasti niatku hanya satu, membuat mereka nyaman dan bahagia di sekitarku. Aku menyukai adanya mereka walaupun mereka belum tentu menyukai adanya aku. Aku hanya berusaha bersyukur dengan apa yang telah Tuhan berikan padaku.
**********
Tidak lama aku masuk dunia perkuliahan, aku mengenal seseorang yang menurutku ya lelaki yang sederhana dimataku. Aku suka caranya merespon setiap ucapanku, aku suka caranya memperlakukanku di depan teman temannya. Aku suka semua caranya untuk mengenalkanku pada dunianya. Dan jujur, selama ini aku baru bertemu orang semacam dia pertama kali ini. dan aku suka itu.
**********
Setelah beberapa minggu aku mengenalnya, mengenal semua baik buruknya dia, rasa yang tidak seharusnya aku rasakan itu muncul untuknya. Ya untuk dirinya yang selalu berusaha ada di saat aku membutuhkan kehadirannya ataupun tidak. Dia yang selalu berusaha terlihat baik dimataku, namun dia tetap menjadi dirinya sendiri. Itu yang aku suka dari dirinya.
**********

Terkadang aku berfikir, apakah dia masih mengharapkan masa lalunya kembali untuk mewarnai hari harinya lagi? Walaupun aku berusaha untuk tidak berfikir seperti itu, namun pertanyaan itu sangat melilitku dan membuatku merasakan sakit hati yang tak tertahan kan. Aku sempat berdoa, “Tuhan, jikalau dia memang terbaik untukku, tolong selalu dekatkan aku padanya. Jikalaupun Kau tak memberiku jalan untuk bersamanya, berikan jalan yang terbaik untukku dan untuk dirinya.“

0 komentar:

Posting Komentar