Dengar laraku, suara hati ini memanggil namamu. Karena separuh aku, dirimu.
***
Di pagi hari yang cukup cerah, Ara terbangun dari tidurnya yang lelap. Pada malam harinya Ara memang terlihat lelap sekali menikmati tidurnya, karena pada hari sebelumnya dia secara tidak langsung mempunyai banyak masalah yang cukup berat untuk di pikirnya. Dia pun juga tak ingin menerima masalah itu ada, namun harus bagaimana lagi? Memang itu jalannya yang di gariskan oleh Tuhan.
***
Tepat pukul 6.00 pagi, dia berangkat sekolah bersama kakaknya. Entah apa yang dia pikirkan, selama perjalanannya ke sekolah dia menyanyikan satu lagu dari jamrud – pelangi di matamu. nampaknya dari hati dia membawakan lagu itu. Apa mungkin dia mengalami seperti apa yang ada di lagu itu? Siapa yang tau tentang hal itu? Hanya Ara seorang yang tau.
***
Ada yang lain, di senyummu. Yang membuat lidahku gugup tak bergerak. Ada pelangi, di bola matamu. Dan memaksa diri, tuk bilang “ aku sayang padamu “
Setibanya di sekolah, Ara menempati bangku paling belakang bagian selatan. Memang tempat duduknya di kelas paling belakang. Dia duduk sebangku bersama sahabatnya, Nadhia namanya. Sebelum bel masuk berbunyi, dia melihat ke arah luar melihat murid murid yang lain berjalan ke arah kelasnya masing masing. Pada saat itu dia memasang headfree di telinganya, dia memutar lagu jamrud – pelangi di matamu. Pada saat matanya terfokuskan di satu arah, dia melihat sosok pria yang memakai jaket putih naik motornya. Ara langsung berteriak “ VIAN.. “ . Vian adalah nama dari pria itu, selama ini memang Ara lagi dekat dengan Vian. Bagi Ara, selain keluarga dan sahabatnya, Vianlah orang yang paling mengerti Ara. Dan di hati Vianlah dimana tempat hati Ara berlabuh. Memang sejujurnya Ara sangat sayang pada Vian, namun entah bagaimana dengan Vian. Ara berharap Vian juga memiliki rasa yang sama kepadanya. Tanpa sadar setelah kejadian itu, air mata Ara menetes. Entah bagaimana ceritanya bisa seperti itu. Mungkin rasa rindu Ara kepada Vian yang tak terbendung.
***
Ku ingin kau menjadi milikku, entah bagaimana caranya. Lihatlah mataku untuk memintamu. Ku ingin jalani bersamamu, coba dengar sepenuh hati. Ku ingin jujur apa adanya, dari hati.
Setelah Ara melihat Vian pagi itu, lagu yang Ara dengarkan club eighties – dari hati. Dimana lagu itu sangat mendukung dengan suasana hati Ara. Pada ceritanya, lagu itu menggambarkan seseorang yang memendam rasa pada orang yang di sayang dan pada akhirnya orang tersebut mengungkapkan rasa itu. Ara sebenarnya sangat berharap Vian menyanyikan lagu itu untuk Ara, tapi apakah mungkin bisa terjadi? Hanya waktu yang bisa menjawab.
****

0 komentar:
Posting Komentar