‘ aku pinjam buku tugas agama dong ‘ teriakku pada hari sabtu pagi di kelas X8. ‘ sini sama aku ngerjain bareng disini . ‘ kata diva teman sekelasku yang sedang duduk sendirian di bangkunya dengan mengerjakan tugas agama. Ya maklumlah kelemahan siswa jaman sekarang, rasa malasnya lebih besar daripada semangatnya. Tapi sebenarnya otak mereka cukup mampu untuk mengerjakan semua tugas yang di berikan oleh para guru di sekolah.
***
Perkenalkan, aku Sonya Bangkit. Biasa di panggil teman teman dan keluargaku Onye. Aku salah satu anggota keluarga dari kelas X8 siswa SMA Negeri 2 Nganjuk. Hobiku bikin cerpen, fotograffy, modelling, mendengarkan musik dan memainkan alat musik. Dari beberapa jumlah cerpenku, sebagian aku menuliskan ceritaku sehari hari yang aku alami. Di sekolah aku punya banyak teman yang sayang denganku. Tapi mayoritas temanku adalah lakilaki. Tapi aku juga punya teman, sahabat sekaligus aku anggap sodara sendiri. Anis namanya, dia bagian dari X7. Walaupun kita beda kelas, tapi kita selalu ada cerita untuk kita bagi bersama sama.
***
Pagi itu, aku sedang mengerjakan tugas agama di kelas dengan temanku diva. Kita duduk berdua untuk mengerjakan tugas itu bersama sama. Teman teman yang lain sibuk dengan tugas matematikanya. Selama kita mengerjakan tugas agama, kita juga bercerita cerita yang kita punya. Mulai dari teman dekat kita, sampai salah satu cowok yang dekat dengan individu masing masing. Saat di tengah tengah mengerjakan tugas itu, LED handphoneku menyala. Ternyata ada BBM masuk, dari sahabatku fandi. Dia beda sekolah denganku. BBM itu berisi, fandi nggak mau terlalu dekat denganku lagi, padahal kita sudah cukup mengerti satu sama lain. Kita juga sudah saling sayang, tapi entah kenapa dia memutuskan untuk tidak dekat denganku lagi. Dia memintaku ntuk menjadi teman biasa, layaknya aku dengan temanku laki laki yang lain. Cukup miris rasanya dengan keputusan yang dia berikan, tapi mau gimana lagi mungkin ini jalan yang terbaik buat dia. ‘ PHP lagi [1]‘. kata hatiku berkata demikian.
***
Tak kuat aku menahan air mataku untuk menetes, tapi teman temanku yang lain tetap memberiku semangat untuk menerima kenyataan ini. Aku tau, ini bukan akhir dari segalanya.
***
‘ Gendut ‘. Suara itu datang dari sosok siluet yang berdiri di tengah tengah pintu. Dengan langkahku yang mantap, aku menghampirinya. Ternyata sahabatku, satria namanya. Satria adalah sahabatku sejak SMP. Sekaligus dia mantanku, saat SMP kita pernah menjalin hubungan khusus. ‘ ini kertasmu, ‘ . ‘ oh iya lupa, tadi aku mau sms kamu buat bawa kertas ini tapi aku lupa. Ternyata kamu uda bawa duluan, hehe ‘. Aku dan satria sempat mengobrol sedikit di tengah tengah pintu kelasku. ‘ sini aku kasih tau, aku punya cerita ‘. Aku menyeretnya keluar kelas untuk menceritakan sesuatu agar teman temanku di kelas tidak mendengarnya. ‘ aku di PHP lagi ‘ kataku dengan mata berkaca kaca di hadapannya. ‘ tuh kan mangkanya, hapus tuh tulisan PHP di jidat kamu ‘ kata satria sambil memegang jidatku dengan jari telunjuknya. ‘ udah ya aku balik ke kelas dulu ada tugas nih ‘ satria meninggalkanku di depan pintu kelas dengan air mata yang menetes di pipiku.
***
Aku memasuki ruang kelasku dengan rasa bingung yang menyelimutiku. ‘ aku harus bagaimana? Besok senin aku UAS, aku dapat support dari siapa? Slama ini dia yang mensupportku ‘ hatiku berkata seperti itu. Aku berjalan keluar kelas lagi untuk melihat situasi di luar kelas. Ternyata sepi, seperti hatiku pada saat itu, sepi tak ada yang menghiburku. Aku pun berjalan ke kelas X7 untuk mencari sahabatku Anis. Ternyata dia masih mengerjakan tugas agama juga. Setelah beberapa menit aku menunggunya di pintu kelasku, aku melihat Anis berjalan menuju kelas X2. Saat dia kembali, aku memeluknya dan menangis. ‘ kamu kenapa? Ada apa? Coba cerita ‘ kata Anis dengan wajahnya yang begitu bingung melihat keadaanku. Akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan kepadanya. Dia cukup mengerti tentang aku, dia memberi support padaku untuk UAS senin besok. Sebenarnya aku masih merasakan sakit di hati karena keputusan fandi. Aku tak ingin jauh darinya, walaupun aku beda dengan perempuan lain, tapi aku juga berhak untuk menyayanginya.
***
Aku teringat dengan kata kata nanna teman sebangkuku, dia sempat bilang padaku ‘ tenang aja mah, kalau pun dia pergi, pasti kamu dapat gantinya ‘. Aku masih memikirkan kata kata itu, apa benar yang dia katakan? Aku berharap itu benar, agar aku bisa tetap semangat menjalani hari hariku.
***
# aku berharap ada keajaiban yang datang padaku untuk menjalani hidup ini. Hatiku terlalu lemah untuk menghadapi apa yang ada sekarang.

0 komentar:
Posting Komentar